• Orang-orang tahu bahwa pujian itu bisa menenggelamkan. Ibu saya berkata bahwa saya berhak menampar orang yang memuji saya. Ya, begitulah, saya tidak suka dipuji. Namun, saya berpikir relatif, dimana memuji itu ada tempatnya. Ada kalanya lebih baik disimpan, dan ada kalanya juga bisa dilontarkan, tergantung kondisi orang yang bersangkutan. Mungkin jika bisa dikategorikan sebagai obat, pujian itu bisa masuk kategori Narkotik & Psikotropik. Ada kalanya baik digunakan dalam kondisi darurat, tetapi berbahaya jika dipakai berlebihan dan dalam kondisi yang tidak dibutuhkan, karena efek sampingnya dapat menimbulkan adiksi dan halusinasi. Begitu juga dengan pujian. Orang bisa kecanduan untuk dipuji-puji sehingga lama-lama jadi melambung membayangkan hal-hal yang bukan kapasitasnya.


    RCF

    Comments


  • Saya suka berimajinasi. Imajinasi tentang benda konkret, abstrak, cita-cita, apa yang akan saya lakukan, atau bahkan berapa hal yang bisa saya lakukan sekaligus. Namun, ketika saya berpikir tentang Tuhan. Sungguh imajinasi ini sangat dangkal. Apa yang terbayang dari imaginasi itu justru berbalik menjadi sebuah pengakuan keterbatasan pikiran. Ketika saya menentukan tujuan hidup, saya membayangkan sesuatu yang tidak bisa terbayang lagi oleh saya apa yang akan saya lakukan. Karena, jika saya masih bisa membayangkan apa yang akan saya lakukan, artinya tujuan hidup saya belum maksimal, karena setelah itu pasti akan lahir tujuan hidup baru. Dalam hal ini, tujuan yang sama sekali tidak terbayang seperti apa dipikiran saya adalah Bertemu Tuhan. Saya tidak bisa membayangkan disana saya akan apa ketika bertemu Tuhan. Bertemu Allah SWT dengan kondisi terbaik! adalah Tujuan terakhir.


    RCF

    Comments


  • Mengawali sesuatu itu memang kadang tidak mudah. Butuh energi yang lebih untuk memulai. Seperti minum obat, yang ketika masuk dalam tubuh, harus melewati rintangan keasaman lambung, harus membiarkan dirinya terlarut dalam air, dan akhirnya menenggelamkan dirinya dalam membran non polar. Setelah masuk ke dalam darah, barulah obat bisa bekerja.


    RCF

    Comments


  • Manusia berusaha sebaik mungkin, Allah yang menentukan!. Bersiap terhadap segala kemungkinan. Bersiap untuk menghadapi tantangan yang selanjutnya. Segala sesuatu yang terjadi dapat menjadi sesuatu yang amat berharga, jika kita selalu ingat untuk menarik hikmahnya, dan tetap berusaha.


    RCF

    Comments


  • And those who are patient, seeking the countenance of their Lord, and establish prayer and spend from what We have provided for them secretly and publicly and prevent evil with good - those will have the good consequence of [this] home


    Ar-Ra’d 22

    Comments



  • Keterbatasan yang Mempesona
Keterbatasan adalah kekurangan. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini. Tak melulu sesuatu hal yang kelihatannya itu buruk selalu dipandang sebagai sesuatu yang lemah. Masih lekat diingatan saya saat pertama kali bertemu dengan Ibu Sidrotun Naim. Pertama kali kenal beliau saya langsung curhat (jika kata Rhoma Irama, “Sungguh terlalu!”). Ya, nasihat yang beliau bilang saat itu adalah “… tergantung bagaimana kita memandang sesuatu.” Terkadang kita tidak menyadari ada sesuatu nilai yang berharga dari suatu yang kelihatannya remeh dalam diri kita. Jika ada orang yang tidak memiliki penglihatan normal, berarti dia memiliki penglihatan hati/ rasa yang tajam. Ketika orang tidak memiliki alat gerak yang normal, berarti orang tersebut memiliki energy yang besar untuk mengoperasikan raganya, jika ada orang yang tidak bisa bersuara tinggi, artinya orang tersebut dapat bersikap lemah lembut. Keunikan! Sekali lagi keunikan yang menjadikan setiap manusia itu berbeda!  Sehingga, tidak tepat jika manusia ini dikelompokkan berdasar segi fisiknya, cantik/ tampan dan kurang cantik/ tampan. Karena kecantikan dan ketampanan sesunguhnya terpancar bukan hanya dari tampilan fisik, namun aura dari dalam dirinya. Sehingga lebih tepatnya dikelompokkan menjadi  manusia yang berkarakter dan manusia yang belum menyadari karakternya.

Kenali Indahnya hatimu, dan kenali pesona dari setiap jengkal keterbatasanmu. Jika mereka bisa, kenapa kamu tidak?

*catatan: keterbatasan yang saya bahas disini adalah sesuatu yang diberikan Allah dan tidak bisa diubah. Bukan keterbatasan dalam hal sifat/ perilaku, yang sesungguhnya manusia masih diberi kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
_RCF_
(buah tulisan dari kedangkalan akal seorang manusia)
Purworejo, 14 April 2014

 

    Keterbatasan yang Mempesona

    Keterbatasan adalah kekurangan. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini. Tak melulu sesuatu hal yang kelihatannya itu buruk selalu dipandang sebagai sesuatu yang lemah. Masih lekat diingatan saya saat pertama kali bertemu dengan Ibu Sidrotun Naim. Pertama kali kenal beliau saya langsung curhat (jika kata Rhoma Irama, “Sungguh terlalu!”). Ya, nasihat yang beliau bilang saat itu adalah “… tergantung bagaimana kita memandang sesuatu.” Terkadang kita tidak menyadari ada sesuatu nilai yang berharga dari suatu yang kelihatannya remeh dalam diri kita. Jika ada orang yang tidak memiliki penglihatan normal, berarti dia memiliki penglihatan hati/ rasa yang tajam. Ketika orang tidak memiliki alat gerak yang normal, berarti orang tersebut memiliki energy yang besar untuk mengoperasikan raganya, jika ada orang yang tidak bisa bersuara tinggi, artinya orang tersebut dapat bersikap lemah lembut. Keunikan! Sekali lagi keunikan yang menjadikan setiap manusia itu berbeda!  Sehingga, tidak tepat jika manusia ini dikelompokkan berdasar segi fisiknya, cantik/ tampan dan kurang cantik/ tampan. Karena kecantikan dan ketampanan sesunguhnya terpancar bukan hanya dari tampilan fisik, namun aura dari dalam dirinya. Sehingga lebih tepatnya dikelompokkan menjadi  manusia yang berkarakter dan manusia yang belum menyadari karakternya.

    Kenali Indahnya hatimu, dan kenali pesona dari setiap jengkal keterbatasanmu. Jika mereka bisa, kenapa kamu tidak?

    *catatan: keterbatasan yang saya bahas disini adalah sesuatu yang diberikan Allah dan tidak bisa diubah. Bukan keterbatasan dalam hal sifat/ perilaku, yang sesungguhnya manusia masih diberi kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

    _RCF_

    (buah tulisan dari kedangkalan akal seorang manusia)

    Purworejo, 14 April 2014

     

    Comments



  • Goresan Pena, sebuah tulisan

Dan  sebuah tulisan itu sendiri sesungguhnya adalah pintu paling dekat untuk mengenal orang, karena tulisan sebenarnya adalah cerminan pikiran dan hati penulisnya.

Tulisan adalah ungkapan perasaan dan pikiran. Kita bisa menulis sesuka hati kita, baik tulisan yang positif, negatif, curhatan, keluhan, marah, atau bahkan pesan tersurat. Bagi saya, tulisan sendiri sebuah corong untuk menasehati diri sendiri dan memberikan pengaruh pada orang lain. Ketika menulis hal yang positif, maka dengan arti lain, kita memberikan dorongan positif pada diri sendiri dan pengaruh yang positif kepada orang lain. Sebaliknya, jika yang ditulis adalah sesuatu hal yang negative, maka efek ke dalam diri maupun ke lingkungan pun akan menjadi negative. Selain itu, tulisan juga dapat digunakan untuk wahana terapi diri. Jika kamu punya masalah dalam jiwa, menulis adalah salah satu alternative untuk mengatasinya :D  (eh, tapi bukan berarti saya punya penyakit kejiwaan yaa hehe), yang saya maksud dengan masalah dalam jiwa adalah kondisi dimana kamu merasa hari-harimu terasa keruh, sebagai contoh adalah rasa malas, patah semangat, letih, lesu, stress, sampai depresi. Saya jadi ingat, cerita Habibie & Ainun. Pak Habibie begitu terpukul ketika kehilangan Ibu Ainun. Beliau seperti kehilangan angin di bawah sayapnya, layaknya senandung “Tempat Terakhir” oleh Padi, yang dengan kesendiriannya beliau kehilangan keseimbangan. Akhirnya, dokter merekomendasikan Pak Habibie untuk menulis, hingga akhirnya jadilah buku “Ainun Habibie”, yang ditulis oleh Pak Habibie sendiri dengan cucuran air mata, diliputi kerinduan yang mendalam, dan cinta yang besar. Melalui tulisannya, Pak Habibie mengurai arti suatu kenangan dan akhir kehidupan, bahkan sampai menggambarkan dimensi dimana Ibu Ainun sekarang berada, yang sejatinya tidak jauh dari dimensi Pak Habibie sekarang. Menulis juga merupakan langkah paling minimal untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Saat kaki dan tangan ini tidak mampu bergerak langsung, saat waktu tidak memungkikan, ataupun kondisi yang tidak mendukung, bukan berarti pintu untuk berkontribusi telah tertutup. Kata Pak Sugiharto (Pendiri Sedekah Rombongan), menolong orang/ ikut bergerak itu  bukan soal kemampuan, melainkan kemauan. Artinya, selagi masih ada kemauan, pasti selalu ada jalan!. Dan  sebuah tulisan itu sendiri sesungguhnya adalah pintu paling dekat untuk mengenal orang, karena tulisan sebenarnya adalah cerminan pikiran dan hati penulisnya.
_RCF_
(buah tulisan dari kedangkalan akal seorang manusia)

Purworejo, 14 April 2014

    Goresan Pena, sebuah tulisan

    Dan  sebuah tulisan itu sendiri sesungguhnya adalah pintu paling dekat untuk mengenal orang, karena tulisan sebenarnya adalah cerminan pikiran dan hati penulisnya.

    Tulisan adalah ungkapan perasaan dan pikiran. Kita bisa menulis sesuka hati kita, baik tulisan yang positif, negatif, curhatan, keluhan, marah, atau bahkan pesan tersurat. Bagi saya, tulisan sendiri sebuah corong untuk menasehati diri sendiri dan memberikan pengaruh pada orang lain. Ketika menulis hal yang positif, maka dengan arti lain, kita memberikan dorongan positif pada diri sendiri dan pengaruh yang positif kepada orang lain. Sebaliknya, jika yang ditulis adalah sesuatu hal yang negative, maka efek ke dalam diri maupun ke lingkungan pun akan menjadi negative. Selain itu, tulisan juga dapat digunakan untuk wahana terapi diri. Jika kamu punya masalah dalam jiwa, menulis adalah salah satu alternative untuk mengatasinya :D  (eh, tapi bukan berarti saya punya penyakit kejiwaan yaa hehe), yang saya maksud dengan masalah dalam jiwa adalah kondisi dimana kamu merasa hari-harimu terasa keruh, sebagai contoh adalah rasa malas, patah semangat, letih, lesu, stress, sampai depresi. Saya jadi ingat, cerita Habibie & Ainun. Pak Habibie begitu terpukul ketika kehilangan Ibu Ainun. Beliau seperti kehilangan angin di bawah sayapnya, layaknya senandung “Tempat Terakhir” oleh Padi, yang dengan kesendiriannya beliau kehilangan keseimbangan. Akhirnya, dokter merekomendasikan Pak Habibie untuk menulis, hingga akhirnya jadilah buku “Ainun Habibie”, yang ditulis oleh Pak Habibie sendiri dengan cucuran air mata, diliputi kerinduan yang mendalam, dan cinta yang besar. Melalui tulisannya, Pak Habibie mengurai arti suatu kenangan dan akhir kehidupan, bahkan sampai menggambarkan dimensi dimana Ibu Ainun sekarang berada, yang sejatinya tidak jauh dari dimensi Pak Habibie sekarang. Menulis juga merupakan langkah paling minimal untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Saat kaki dan tangan ini tidak mampu bergerak langsung, saat waktu tidak memungkikan, ataupun kondisi yang tidak mendukung, bukan berarti pintu untuk berkontribusi telah tertutup. Kata Pak Sugiharto (Pendiri Sedekah Rombongan), menolong orang/ ikut bergerak itu  bukan soal kemampuan, melainkan kemauan. Artinya, selagi masih ada kemauan, pasti selalu ada jalan!. Dan  sebuah tulisan itu sendiri sesungguhnya adalah pintu paling dekat untuk mengenal orang, karena tulisan sebenarnya adalah cerminan pikiran dan hati penulisnya.

    _RCF_

    (buah tulisan dari kedangkalan akal seorang manusia)

    Purworejo, 14 April 2014

    Comments


  • Kita harus sadar, bahwa manusia diciptakan dengan manusia lain untuk saling memahami, mengerti, dan melengkapi. Kita juga harus sadar, bahwa setiap manusia memiliki peran untuk saling mengisi.


    RCF

    Comments



  • Comments


  • Akhlak adalah cerminan keimanan seseorang. Karena kesempurnaan iman terletak pada akhlaknya. Saat Rasulullah berjalan dengan sahabat2nya, beliau tidak mau berjalan di depan. Hal ini karena Rasulullah begitu menghormati sahabat-sahabatnya, sampai beliau tidak mau mendahului mereka. Begitu pula dengan Umar bin Khattab, ketika dia berjalan dan didepannya ada seorang kakek tua renta. Ia enggan untuk mendahuluinya. Walaupun, diketahui kakek tua renta itu bukan beragama Islam.


    Ibu, Purworejo 11 April 2014

    Comments


  • Page 1 of 268



    THE AUTHOR

    LISTENING. WATCHING. FEELING. READING. THINKING. BELIEVING. keep LEARNING. and make something WORTH
    ____________________ _________^.^_________ THINKER. CURIOUS. IDEALIST. POSITIVE, EAT MUCH, SLEEP WELL. HAPPY.



    FOLLOWING